Praktikum 4 Keamanan Data (Host Based IDS) di PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya)

Kukuh Adi Prasetyo // Kamis, 05 Mei 2016


   
2.       Dasar Teori
Pemasangan program intrusi deteksi sebenarnya ditujukan untuk mendeteksi, memantau keadaan anomali jaringan yang disebabkan salah satunya oleh penyusup (intruder). Setalah tahap pendeteksian biasanya IDS dapat diset untuk dapat memberikan peringatan bagi network administrator.
Type IDS sendiri secara garis besar dibagi 2 yaitu host-based dan network-based IDS.  Pada praktikum kali ini, kita akan membahas salah satu contoh aplikasi dari host-based  IDS, yaitu tripwire. Program tripwire berfungsi untuk menjaga integritas file sistem dan direktori, dengan mencatat setiap perubahan yang terjadi pada file dan direktori. Penggunaan tripwire biasanya digunakan untuk mempermudah pekerjaan yang dilakukan oleh System Administrator dalam mengamankan System.
Cara kerja tripwire adalah dengan melakukan perbandingan file dan direktori yang ada dengan database system yang dibuat pada saat tripwire diinstall. Perbandingan tersebut meliputi perubahan tanggal, ukuran file, penghapusan dan lain-lainnya. Setelah tripwire dijalankan, secara otomatis akan melakukan pembuatan database sistem. Kemudian secara periodik akan selalu melaporkan setiap perubahan pada file dan direktori.
3.       Percobaan
I.                    Proses Instalasi
1.          Login sebagai root
2.          Lakukan sinkronisasi terkini index paket software lokal dengan repository 
#apt-get update
3.          Lakukan installasi tripwire
# apt-get install tripwire

Lalu akan muncul dialog seperti dibawah. Perhatikan pesan yang muncul pada setiap dialog, lalu jawab dengan “Yes”.





4.          Masukkan site key passphrase dan local key passphrase, setelah muncul dialog seperti dibawah. Ulangi sekali lagi !




5.          Kemudian akan mucul dialog bahwa trip wire telah terinstal. Perhatikan pesan pada dialog tersebut !

6.          Ubah mode dari 2 buah file dari tripwire : tw.cfg dan tw.pol.  
#cd /etc/tripwire
#chmod 0600 tw.cfg tw.pol 



                Perintah chmod akan merubah hak akses dari file tersebut terhadap user tertentu.

II.                  Melakukan modifikasi pada file “Policy” dan file konfigurasi 
Setelah proses instalasi berakhir, lakukan langkah-langkah dibawah ini :
1.          Modifikasi file twpol.txt. Perhatikan setiap baris pada file tersebut. Lalu  Enkripsi file tersebut.
# vi /etc/tripwire/twpol.txt
# cd /etc/tripwire 
# twadmin --create-polfile --polfile ./tw.pol 
--site-keyfile ./site.key ./twpol.txt 


2.          Modifikasi file tw.cfg. Perhatikan setiap baris pada file tersebut. Lalu  Enkripsi file tersebut.
                #  vi /etc/tripwire/twcfg.txt
                #  cd /etc/tripwire
                #  twadmin --create-cfgfile --cfgfile ./tw.cfg 
                        --site-keyfile ./site.key ./twcfg.txt  

                Hasil dari perubahan yang dilakukan pada file twcfg.txt akan disimpan pada secara enkripsi pada file tw.cfg



III.                Inisialisasi Database
Setelah melakukan langkah-langkah pada point II, anda akan melakukan inisialisasi database dengan menjalankan perintah :
              #tripwire --init --cfgfile /etc/tripwire/tw.cfg \ 
               --polfile /etc/tripwire/tw.pol --site-keyfile /etc/tripwire/site.key \
               --local-keyfile /etc/tripwire/HOSTNAME-local.key
HOSTNAME adalah nama host komputer kami, yaitu debian. Langkah ini membutuhkan waktu yang relatif lama.

Analisa :
Dapat terlihat bahwa terjadi error ketika inisialisasi database dilakukan, hal ini dikarenakan struktur database pada system dan tripwire terdapat perbedaan. Perbedaan tersebut menyebabkan terjadi directory-directory yang tidak dikenali ketika proses inisialisasi dilakukan sehingga terjadi error.



IV.                Melakukan cek system
Pada tahap ini tripwire menyimpan informasi awal dari file-file yang akan dimonitor perubahannya :
# tripwire --check

V.                  Melakukan update  file “Policy”
Apabila ada perubahan pada file twpol.txt, misalnya kita akan menambahkan atau mengurangi folder yang akan dimonitor maka kita harus melakukan update dengan menjalankan perintah :
# cd /
                # tripwire --update-policy --cfgfile ./tw.cfg    --polfile ./tw.pol \
                 --site-keyfile ./site.key  --local-keyfile ./HOSTNAME-local.key ./twpol.txt 



VI.                Melakukan update database dari system file 
Database dari file system perlu di update secara berkala. Proses update dapat menggunakan perintah 
      # tripwire --update -Z low --twrfile /var/lib/tripwire/report/host-yyyymmdd-    tttttt.twr

Perintah tersebut berarti bahwa tripwire akan membandingkan antara database yang ada dengan file yang ada di system, kemudian akan menjalankan editor untuk memilih perubahan di database. Opsi dari twrfile adalah file report yang dibangkitkan dan disimpan pada folder /var/lib/tripwire/report. Format penamaan file adalah berdasarkan tahun (yyyy), bulan (mm), tanggal(dd) dan jam dalam format (HH-MM-SS). Ekstensi file report adalah .twr.



4.       Tugas Percobaan
1.       Jalankan perintah : 
# tripwire –check


2.       Kerjakan langkah-langkah dibawah dan analisa setiap langkahnya
a)      Ubah file policy twpol.txt
# vim /etc/tripwire/twpol.txt
b)      Tambahkan di baris paling bawah
(
rulename = "Kirim Notifikasi ke email",
severity = $(SIG_HI),
emailto = kukuh@it.student.pens.ac.id


Email akan dikirimkan ke akun email dari root dari  system yang anda monitor. Biasanya, email akan ditujukan ke akun user yang dapat bertindak sebagai root.

c)       Lakukan enkripsi terhadap file anda
# cd /etc/tripwire
# twadmin --create-polfile --cfgfile ./tw.cfg \
--site-keyfile ./site.key ./twpol.txt 


d)      Ubah file konfigurasi untuk memasukkan informasi smtp : 
# vi /etc/tripwire/twcfg.txt

MAILMETHOD =SMTP
SMTPHOST =localhost
SMTPHOST =localhost
SMTPPORT =25
…  


e)      Lakukan enkripsi terhadap file tersebut 
# cd /etc/tripwire
# twadmin --create-cfgfile --cfgfile ./tw.cfg
--site-keyfile ./site.key ./twcfg.txt 


f)       Jalankan test dengan menggunakan perintah : 
# tripwire –test –email kukuh@it.student.pens.ac.id 


g)      Check email di akun user anda 
$ mail 


3.       Buat sebuah file kosong . Kemudian salinlah ke dalam direktori /bin 
# touch newfile.sh
# cp newfile.sh /root 





4.       Lakukan cek konsistensi dengan menjalankan perintah: 
# tripwire –check 


5. Bandingkan hasil dari perintah pada nomor 1 dan nomor 4.
Karena percobaan yang kami lakukan menghasilkan error semua pada saat di check dan hasil nya sama semua, kami tidak mengetahui dimanakah perbedaan nya dengan yang lainnya.
5.       Latihan
1.       Berikan kesimpulan hasil praktikum yang anda lakukan.
Sesuai dengan fungsinya, tripwire memungkinkan admin untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas added, deleted, & modified files. Dalam penerapannya, Tripwire memiliki system database sebagai tempat penyimpanan ketika mencatat seluruh log yang ada. Pada saat installasi pada tripwire, akan terjadi error jika struktur pada tripwire dan system OS berbeda.
2.       Berdasarkan percobaan yang anda lakukan, jelaskan cara kerja tripwire dalam melakukan integrity checker ?
Dalam melakukan monitoring, tripwire melakukan maintaining checklist, comparison copies, checksum record atau backup tapes. Metode yang dilakukan dalam melakukan aktivitas tersebut terhadap semua hal yang terjadi pada system dengan menambahkan integritas.
Integritas yang ideal meliputi :
·         Automasi dengan tingkat yang cukup tinggi
·         Memberikan deskripsi yang sederhana terhadap attribute dari system file yang dimonitor
·         Mudah untuk melakukan update database yang digunakan untuk mengontrol monitoring.
·         Melakukan check rutin secara otomatis.
3.       Carilah referensi baik dari buku maupun Internet, aturan-aturan apa saja yang bisa dideteksi oleh tripwire ?
Hal-hal yang bisa dicatat oleh tripwire adalah :
·         Size
·         Access & modification timestamps
·         Permissions
·         Inode number

·         Signature

0 comments